Lagu-lagu ciptaan Ariel Peterpan kadang-kadang masih saya dengarkan. Begitu juga lagu Krisdayanti [KD] yang “Menghitung Hari”. Sulit untuk bohong dengan mengatakan bahwa lagu-lagu Ariel jelek. Lagu ciptaannya easy listening dan warnanya unik. Sulit pula bilang bahwa karakter dan teknik vokal KD biasa saja. KD menyanyi dengan baik sekali, sangat mengagumkan.
Bila kemudian hari ada hal-hal yang menjadi kekurangan mereka, saya tetap mengapresiasi kemampuan dan kelebihan mereka. Apa yang menjadi kekurangan pekerja seni dan selebritis –di mata fans– memang dapat menurunkan selera pasar karena yang mereka jual adalah karya seni yang dilengkapi dengan atribut citra diri, image.
“But everyone has a little dirty laundry”,
adalah salah satu pesan moral yang saya dapat dari serial TV “Desperate Housewife”. Pesan ini penting bagi sisi kejujuran kita. Sebelum kata “munafik” menjadi label baru atau nama tengah KD. Sebelum plesetan “Ariel Peterporn” menjadi ringan terucap berkat keangkuhan fans yang seakan lebih suci dari lantai masjid dan berakidah lebih baik dari Nabi.
Fans yang kecewa berbalik arah dengan membuat Facebook Group “Say No to Krisdayanti”. Menurut vivanews.com, Kamis, 22 Juli 2010, seorang ibu mengungkapkan kekesalannya di fan page setelah melihat adegan ciuman KD dan Raul di TV, “Tolong, stop pornoaksi di depan media. Kami punya anak-anak yang menontonmu di media.”
Pertanyaannya, apakah ia juga mengecam stop pornoaksi untuk tayangan program yang lain? Atau hanya untuk KD yang telah mengecewakan dirinya sebagai fans..?
Munculnya Fan Page atau Facebook Group “Say No to Krisdayanti” adalah representasi nyata bahwa bangsa ini telah mengabdikan dirinya untuk mengurusi persoalan-persoalan pribadi orang lain. Dan enggan mengakui bahwa, “everyone has a little dirty laundry”.
Untuk itu saya salut pada Eleanor Roosevelt atas kalimatnya yang begitu bagus,
“Great mind discuss ideas, average minds dicuss events, small minds discuss people.”
-6.211544
106.845172
Like this:
Be the first to like this post.
Opini Terakhir