When You Pray, Move Your Feet


..are you ready to change the way you live?..”

..the climate crisis can be solved..”

..vote for leaders who pledge to solve this crisis..”

.. join international efforts to stop global warming..”

“..if you believe in prayer, pray that people will find the strengh to change..”

“..in the words at the old african proverb, ‘when you pray, move your feet‘..'”

– An Inconvenient Truth [movie] –

Global Warming Sebagai Trend

Dua kata, “Pemanasan Global”, kini begitu sering kita dengar. Entah siapa persisnya yang memulai, tapi sekarang anak-anak muda di berbagai belahan dunia bersama-sama menyuarakan isu ini melalui berbagai media. Media massa baik cetak, elektronik, dan internet, turut mendukung kampanye “Stop Global Warming” lewat cara dan gayanya masing-masing. Global Warming tidak hanya sebuah isu, melainkan mampu menjadi tren di kalangan anak muda. Siapa yang tidak aware pada global warming dianggap tidak mengikuti tren.

Film “An Inconvenient Truth” mungkin memang memberi pengaruh besar dan signifikan pada penontonnya. Film dokumenter ini menggugah [lagi] dan menyadarkan [kembali] manusia akan pentingnya bersikap bijak dan peduli pada alam-semesta. Saya katakan “menggugah – lagi” dan “menyadarkan – kembali”, karena manusia sebenarnya memiliki pemahaman alamiah mengenai hukum kausalitas alam –tapi memilih untuk tidak peduli lagi.

Di Indonesia, tak perlu jadi profesor untuk sekedar mengerti mengapa musim kemarau dan hujan kini tak pernah lagi datang dan berakhir tepat waktu. Anak SD pun tahu bahwa musim kemarau dimulai bulan April dan berakhir di September dengan posisi matahari di sebelah utara khatulistiwa. Dulu, saya diajari jembatan keledai “A-SEP-UT” yaitu April-September-Utara untuk musim kemarau, dan “OK-MAR-SEL” untuk musim hujan.

Ketika awal dan akhir kedua musim itu tak lagi tepat sesuai jadwal, muncullah pertanyaan, “Kenapa berubah..?” Tapi jawaban dan penjelasan yang begitu masuk akal dan mudah dipahami seperti yang dipresentasikan Al Gore lewat film “Kebenaran Yang Tidak Mengenakkan” jarang didapatkan lima atau sepuluh tahun yang lalu. Guru di sekolah tak punya referensi yang cukup memadai untuk memberi jawaban yang memuaskan jika pertanyaan itu muncul. Jawaban guru waktu itu, “Ini terjadi karena udara sudah sangat tercemar oleh polusi industri dan kendaraan bermotor.” That’s all..! Isu pemanasan global..? Baru akhir-akhir ini saja meledak di Indonesia.

Al Gore dan Global Warming

Al Gore bukan orang pertama yang sadar dan mensosialisasikan bahaya pemanasan global. Dia bukan ilmuwan atau ahli ilmu alam. Dia politikus. Karena itulah ajakannya dianggap sekedar alat untuk mengatrol popularitas, ditepis oleh lawan politiknya sebagai kebohongan besar bagi publik Amerika, dan dikatakan “gila” oleh Bush.

Tapi Al Gore tidak berhenti, ia terus berjuang memberikan presentasi di beberapa negara bagian Amerika, bahkan luar negeri, Italia, Spanyol, Korea, Jepang, dan tentu saja negara berpenduduk terbesar di dunia, Cina.

Al Gore bagi saya adalah seorang yang visioner. Ia mampu melihat big-picture, kondisi dunia beberapa waktu mendatang. Pengalamannya sebagai seorang politikus telah membentuk pribadinya menjadi seorang yang mampu berpikir lebih maju -berpikir apa yang belum dipikirkan oleh kebanyakan orang. Al Gore memiliki ide besar dan konsep yang matang. Namun yang lebih penting, ia berbicara berdasar fakta-fakta.

Menyadari dirinya bukan pakar di bidang ilmu alam, ia menggali begitu banyak informasi dari para ilmuwan. Dan sewajarnya sebuah proses berjuang, tidak ada kata yang mudah. Al Gore pernah frustasi karena merasa bergerak sendiri dan disangkal banyak pihak. But Al Gore.. he never give up, he able to keep up the energy level and keep moving forwad. Al Gore = Passion!

Semangat yang menular

Siapapun di dunia ini boleh turut berbahagia sebab isu pemanasan global mulai berpengaruh pada cara pandang orang-orang mengenai sumber daya, energi dan kelestarian alam bagi kehidupan sekarang dan generasi berikutnya. Penduduk kota besar atau metropolitan mulai merasa risih untuk buang sampah sembarangan, mulai memisah sampah basah-kering-plastik-kimia, dan mulai melakukan penghematan energi [listrik dan air] di rumah dan di kantor. Mereka mulai memiliki kesadaran akan pentingnya perubahan sikap.

Industri dan ilmuwan terus melakukan inovasi dan melahirkan produk-produk baru yang lebih ramah lingkungan, hemat penggunaan energi, dan beremisi rendah. Pemerintah yang memegang peran penting sebagai regulator juga mulai membuat kebijakan-kebijakan yang mendukung ke arah yang sama.

Semangat positif yang menular ini akan semakin meluas dan akan membawa perubahan besar nantinya. Tapi akankah semangat ini konsisten dan kontinyu jika masih berada pada dataran trend? Trend bersifat temporer, ia memiliki siklus hidup: introduction, growth, top, decline. Tantangannya, bagaimana trend ini mengendap di alam pikiran manusia dan terus-menerus dipelihara hingga menjadi karakter dan identitas diri.

Pikiran menjadi kata. Kata menjadi tindakan. Tindakan menjadi kebiasaan. Kebiasaan menjadi karakter. Karakter menjadi identitas kita.

[Alexander Sriewijono, People Management Consultant]


Sekarang biarlah masih sekedar menjadi trend. Tapi tugas semua manusia untuk saling dan terus mengingatkan, sebab bumi seisinya bukan kado gratis –isinya kita manfaatkan dan kemasannya kita buang, melainkan titipan dari Tuhan melalui generasi sebelumnya untuk generasi mendatang.

Berikut saya tuliskan pesan-pesan penting dari film An Inconvenient Truth:

are you ready to change the way you live? The climate crisis can be solved. Here’s how to start. Go to www.climatecrisis.net

Kalian siap mengubah gaya hidup kalian? Krisis cuaca bisa di atasi. Ini cara memulainya. Kunjungi www.climatecrisis.net

in fact, you can reduce your carbon emissions to zero. Buy energy efficient appliances + light bulbs.

Sebenarnya kalian bisa menurunkan gas emisi hingga nol. Beli peralatan hemat energi dan bola lampu.

change your thermostat [and use clock thermostat] to reduce energy for heating + cooling.

Ubahlah thermostat anda dan pakai thermostat berwaktu untuk mengurangi energi untuk pemanasan dan pendinginan.

weatherize your house increase insulation, get an energy audit. Recycle.

Lindungi rumah dari cuaca tingkatkan insulasi, kurangi pemakaian energi. Daur ulang.

if you can, buy a hybrid car.

Jika kalian bisa, belilah mobil hibrida.

when you can, walk or ride a bicycle.

jika kalian bisa, jalan atau naik sepeda.

where you can, use light rail + mass transit.

Jika kalian bisa, naik kereta dan kendaraan umum.

tell you parents not to ruin the world that you will live in.

Beri tahu orang tua kalian untuk tak menghacurkan dunia yang akan kalian tinggali

if you are parent, join with your children to save the world they will in.

Jika kalian adalah orang tua, bergabunglah dengan anak-anakmu untuk menyelamatkan dunia yang akan mereka tinggali

switch to renewable sources of energy.

ganti dengan sumber energi yang bisa diperbarui

call your power company to see if they offer green energy. if they don’t, ask them why not.

telpon PLN, tanya apakah mereka tawarkan energi ramah lingkungan jika mereka tidak punya, tanyakan kenapa

vote for leaders who pledge to solve this crisis.

berika suaramu pada pemimpin yang berusaha mengatasi krisis.

write to congress. if they don’t listen, run for congress.

tulis surat ke kongres. jika mereka tak mendengarkanmu, calonkan diri jadi anggota kongres.

plant trees, lot of trees.

tanamlah pohon yang banyak.

speak up in your community.

bicaralah pada komnunitasmu.

call radio shows and write newspaper.

telepon radio dan tulis ke surat kabar.

insist that america freeze CO2, emissions.

tekan amerika untuk melarang emisi co2.

join international efforts to stop global warming.

ambil bagian dalam perjuangan sedunia untuk menghentikan pemanasan global.

reduce our dependence on foreign oil.

kurangi ketergantungan kita pada minyak luar negeri.

help farmers grow alcohol fuels.

bantu petani menanam tanaman penghasil bahan bakar biologis.

raise fuel economy standards, requrie lower emissions from automobiles.

tingkatkan standar ekonomis bahan bakar minta emisi lebih rendah dari kendaraan bermotor.

if you believe in prayer, pray that people will find the strengh to change.

jika kau percaya pada doa, berdoalah bahwa orang-orang akan menemukan kekuatan untuk melakukan perubahan.

in the words at the old african proverb, “when you pray, move your feet.”

seperti pepatah kuno amerika, “saat berdoa, gerakkan kakimu.”

encourage anyone you know to see this movie.

ajak semua orang yang kau kenal untuk menonton film ini

learn as much as you can about climate crisis, then put your knowledge into action.

pelajari sebanyak mungkin mengenai krisis cuaca, lalu terapkan pengatahuan yang kau miliki.

Advertisements

2 responses

  1. kok bisa ya… Amerika sebagai penghasil CO2 terbesar… tapi paling gencar mengkampanyekan global warming ya. dan tak mau menandatangani protokol kyoto.

    Refanidea: Penilaian sementara saya, yang tidak mendukung kampanye global warming itu adalah pemerintah Amerika saat ini, mas Burhan. Sementara yang menyerukan global warming adalah warga negara/sebagian bangsanya –bukan pemerintahnya.

    Kan kita nggak bisa toh mas tidak menyukai pemerintahan dan sistem yang ada pada suatu negara sekaligus tidak menyukai bangsanya.

    Untungnya Greenpeace itu didirikan di Vancouver, Kanada, bukan di Amerika. Hehe..
    Dan Kanada juga mendukung kampanye Global Warming.
    http://canadaglobalwarming.com/index.html

    Tapi ada yang memalukan dari pemerintah negara kita, mas Burhan. Masa Blue Energy dari air yang awalnya didukung Istana, kemudian hari [setelah diteliti pakar] ternyata palsu, tidak bisa menjadi energi alternatif.

    Itu sama memalukannya dengan pemerintah Amerika mas. Bedanya, pemerintahan SBY niatnya sok peduli pada usaha pencarian energi alternatif, tapi blunder. Blunder mas, bukan kotak atau lonjong. Hehe..

    Thanks mas udah mampir.. 🙂

    Like

    Friday, July 11 , 2008 at 8:55 pm

  2. Anton Dewantoro

    When you pray, move your feet…opo maksude iki?

    Memang global warming wajib hukumnya untuk kita waspadai terlepas dari benar atau tidak hasil hitung-hitungan Al Gore dan tim nya.

    Jika tindakan-tindakan di atas kita lakukan, bukan hanya bumi yang terselamatkan mungkin juga kantong kita karena pada intinya menyelamatkan bumi adalah berhemat dan bergerak. Bukan menghemat gerakan lho ya…

    Refanidea: maksudnya berdoa saja tidak cukup, tapi langkahkan kaki ke tujuan seperti yang kita ucapkan pada doa. 🙂

    Like

    Saturday, July 12 , 2008 at 12:31 am

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s