Ayat Mayoritas


Al Maidah 51, “..tidak diperkenankan menjadikan orang beragama lain sebagai penolong yang kalian taati..”
Din Syamsudin sebagai mantan Ketua DPP Muhammadiyah harus evaluasi para pengkhutbah berlatar belakang Muhammadiyah yang berulang kali menggunakan ayat itu kemudian menyebut & mengaitkannya dengan Ahok. 
Ahok menjabat struktural pemerintahan negara di tingkat provinsi, bukan pemimpin organisasi agama. Segala pernyataan & perbuatannya di dalam konteks jabatannya sebagai Gubernur, adalah soal profesional. Pernyataan & perbuatan Ahok dalam konteks agama, adalah soal dia, Tuhan, & keluarganya. Warga Jakarta yang berbeda agama dengan Ahok tahu bahwa mereka tak perlu mengikuti apapun tentang agamanya Ahok.
Apakah orang Islam di Bali bisa memilih pemimpin beragama lain di sana? Apakah ada di Papua..? Apakah Al Maidah 51 didengungkan berkali-kali di atas mimbar masjid di Papua, di Bali, untuk menghalau calon pemimpin beragama bukan Islam..? 
Mayoritas boleh jadi superior dalam

banyak kesempatan, tapi di era yang semodern ini anda tak bisa berniat mengakali orang dengan ayat. 
Terlalu jika kita menggunakan firman Tuhan untuk menghalau sebuah tata pemerintahan yang lebih baik. Lagipula kita tak hendak menyatakan tata pemerintahan negara ini pernah sangat buruk karena pemimpinnya beragama tertentu. 

@ifanidea

http://refanidea.com

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s