Aside

Debat Cagub Cawagub DKI nan Dangkal


ada, cagub yang bersikeras menolak penggusuran demi memenangi debat dan memenangi hati calon pemilih. bahkan membawa “fakir miskin dan anak terlantar dipelihara oleh negara” sebagai landasan berpikirnya. siapapun, fakir atau kaya, tak berhak menghuni bantaran kali, mpok!
salah satu ‘kedangkalan’ semalam adalah saat berbicara penggusuran bantaran kali yang merupakan hak publik/hak negara. area itu harus bebas dari hak milik dan kepentingan individu. ada kepentingan yang lebih besar: kepentingan publik.
pada debat cagub & wagub semalam kita menyaksikan,
orang yang tak terbiasa menghadapi massa majemuk, tak terbiasa menghadapi pertanyaan & jawaban yang tak terencana, tampak ingin memenangi debat dengan argumen-argumen yang lemah.
orang yang terbiasa menghadapi massa majemuk, biasa membangun konsep untuk memberikan solusi konkrit, tampak rileks dan punya argumen kuat yang logis.
debat semalam lebih dari soal kita punya hak pilih Pilkada DKI atau bukan. debat semalam menunjukkan bahwa,
anda bisa berdebat dengan perasaan menang tapi sesungguhnya di mata penonton anda tampak dangkal, atau anda bisa berdebat dengan mengedepankan logika kuat dan penonton tahu anda dalam.

refanidea.com

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s